Browse audiobooks narrated by Anes Wibowo, listen to samples and when you're ready head over to Audiobooks.com where you can get 3 FREE audiobooks on us
[Indonesian] - Keluarga Cemara 2
"Kisah sebuah keluarga yang memilih hidup dengan hanya bermodalkan kejujuran. Keluarga yang amat sangat sederhana, terdiri atas Abah, kepala keluarga yang bekerja sebagai penarik becak dan buruh apa saja; Ema, sang ibu yang membuat opak untuk dijajakan putrinya; Euis, si sulung yang kelas enam SD, pernah mengalami masa jaya orangtuanya sebagai pengusaha; Ara atau Cemara yang baru masuk TK; serta Agil si bungsu. Kalau air mata bisa menjadi simbol kebahagiaan, inilah kisah itu. Keluarga Cemara 2 ini merupakan kompilasi yang terdiri atas tiga judul: Tempat Minum Plastik dari Toko, Becak Emak, dan Bunga Pengantin."
Arswendo Atmowiloto (Author), Anes Wibowo (Narrator)
Audiobook
[Indonesian] - Segala-galanya Ambyar: Sebuah Buku Tentang Harapan
"Apakah kamu merasa kecewa dengan hidupmu? Apakah kamu merasa cemas secara terus-menerus? Apakah kamu merasa bahwa dunia di sekelilingmu buruk dan jahat? Ya, dunia ini memang kacau, dunia ini memang ambyar, tapi itu karena Anda tidak sadar bahwa harapan Anda terlalu disilaukan oleh keinginan-keinginan Anda sendiri yang tidak masuk akal. Jadi, lepaskanlah harapan - harapan itu, jika Anda ingin waras! #AmbyarkanHarapan untuk hidup yang lebih tenang."
Mark Manson (Author), Anes Wibowo (Narrator)
Audiobook
[Indonesian] - Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat
"'Selama beberapa tahun belakangan, Mark Manson—melalui blognya yang sangat populer—telah membantu mengoreksi harapan-harapan delusional kita, baik mengenai diri kita sendiri maupun dunia. Ia kini menuangkan buah pikirnya yang keren itu di dalam buku hebat ini. 'Dalam hidup ini, kita hanya punya kepedulian dalam jumlah yang terbatas. Makanya, Anda harus bijaksana dalam menentukan kepedulian Anda.' Manson menciptakan momen perbincangan yang serius dan mendalam, dibungkus dengan cerita-cerita yang menghibur dan 'kekinian', serta humor yang cadas. Buku ini merupakan tamparan di wajah yang menyegarkan untuk kita semua, supaya kita bisa mulai menjalani kehidupan yang lebih memuaskan, dan apa adanya.' Berikut 5 hal penting yang bisa kamu pelajari dari buku Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat. 1. Kita berhak untuk bahagia Bahagia di sini tentunya secara lahir batin. Seseorang bisa saja terlihat punya gaya hidup yang glamor, namun dalam hatinya terasa hampa. Seperti itu juga yang dialami Manson. Hingga akhirnya dia mencari makna hidup yang baik-baik saja. Baginya, hidup yang baik dan bahagia bisa dirasakan jika seseorang bisa bodo amat pada hal-hal yang memang sepantasnya diabaikan. Kini tinggal kamu yang memilih, ingin bahagia sepenuhnya atau tidak. Karena mungkin saja kebahagiaan kamu terasa tidak lengkap karena terlalu fokus pada hal-hal yang sebenarnya tidak penting bagi hidup. 2. Terlalu fokus pada hal-hal yang seharusnya bisa diabaikan 'Saat kita terlalu peduli pada hal-hal ini, kita menghabiskan banyak waktu untuk lari dari masalah kita daripada berdamai dengan masalah itu sendiri,' ujar Manson seperti dilansir dari Psychologytoday.com. Hal-hal yang dimaksud Manson itu berjumlah delapan poin, yaitu; membuat orang kagum, selalu benar, menjadi sukses, menyenangkan serta sopan, senang, selalu merasa baik-baik saja, menjadi sempurna, dan semua aman juga pasti. Menurut Manson, kunci hidup tenang tak perlu memikirkan semua poin-poin tersebut. Fokus pada hal yang benar-benar kalian pedulikan. Karena kita tidak mungkin baik-baik saja atau bahagia selalu sepanjang waktu. 3. Cari tahu apa yang sebenarnya layak dipedulikan dan diinginkan Benarkah kamu memaknai sesuatu dengan segenap hati? Para orangtua selalu mengatakan anak mereka adalah segalanya. Tapi tak jarang juga, ibu-ibu menomorduakan menjemput anak sekolah, demi diskon brand kesayangan di mall. Apa pilihan yang kamu buat? Apa yang perlu kamu abaikan, yang seharusnya tidak kamu lakukan? Dalam bukunya, Manson akan mengajakmu agar bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Kamu selalu memilih apa yang lebih berharga, dari waktu ke waktu. Menurut Manson, begitulah perubahan terjadi. Perlahan-lahan, dari waktu ke waktu, dengan setiap pilihan yang kamu buat akan berubah sesuai prioritas. 4. Fokus pada hal yang lebih penting Misalkan saja, sebagai orangtua kamu pada akhirnya akan menyadari tentang diskon yang seharusnya bisa diabaikan. Langkah selanjutnya adalah membentuk kesadaran dengan pertanyaan 'seandainya'. 'Seandainya saya tidak peduli dengan diskon di mall, apa yang akan terjadi selanjutnya?'. Buat beberapa kalimat 'seandainya' yang lain, yang masih berhubungan dengan hidupmu, dan bayangkan kira-kira apa yang akan terjadi dengan hidupmu. 5. Semua akan baik-baik saja dengan bersikap bodo amat Pada akhirnya, kalian akan memahami bahwa semua yang tadinya penting itu ternyata tidak begitu berpengaruh pada hidup kalian. Pelan-pelan akan muncul hal-hal di luar kebiasaan, yang bisa membuat kalian lebih hidup, yang selaras dengan nilai-nilai yang membuat hidup lebih tenang. Nilai-nilai itu yang nantinya akan tumbuh bersama kalian dan membuat kalian bisa memaknai kebahagiaan lewat sikap bodo amat."
Mark Manson (Author), Anes Wibowo (Narrator)
Audiobook
[Indonesian] - Pria Bersetelan Hitam
"Dinasti Joseon. Serangkaian mayat ditemukan di pinggiran ibukota dekat Gunung Inwangsan. Semuanya ditemukan dengan mata terbuka lebar dan lima luka panjang di dada mereka. Siapakah pelakunya? Kyoung-ho, pengurus mayat dari kantor koroner, memiliki petunjuk sama sekali... hingga saat dia didekati oleh sepasang mata kuning yang menyala dan tajam."
Oh Yoonhee (Author), Anes Wibowo (Narrator)
Audiobook
"Kisah dimulai ketika ayah Hidjo, Raden Potronojo, berencana menyekolahkan Hidjo ke Belanda. Raden Potronojo berharap hal itu bisa mengangkat derajat keluarga, yang berasal dari kalangan pedagang. Meskipun sudah menjadi saudagar sukses, sehingga gaya hidupnya bisa menyamai kaum priyayi murni dari garis keturunan, tidak berarti kesetaraan diperoleh. Khususnya, di mata orang-orang (kaum priyayi) yang dekat dengan gouvernement. ㅤㅤ Namun, ibu Hidjo, Raden Nganten Potronojo, berpandangan sebaliknya. la begitu khawatir melepas Hidjo ke negeri yang sarat dengan pergaulan bebas. Meskipun demikian, Hidjo pergi juga ke Belanda. ㅤㅤ Ketika bersekolah di Belanda, mata Hidjo terbuka melihat kenyataan yang—ternyata—tidak sesuai yang dibayangkan. Di sana, ternyata sama saja seperti di Hindia Belanda. Ada orang yang jadi majikan, ada orang yang jongos, ada yang jahat, ada yang baik. Hidjo menikmati sedikit hiburan ketika dirinya memerintah orang-orang Belanda di hotel, restoran, atau di rumah kosnya. Di mana, hal ini mustahil dilakukan di Hindia Belanda. ㅤㅤ Novel Student Hidjo karya Mas Marco Kartodikromo ini pertama kali ditulis tahun 1918 sebagai cerita bersambung di Harian Sinar Hindia, kemudian terbit sebagai buku tahun 1919. Novel ini merekam pertentangan budaya kehidupan priyayi di zaman pergerakan. Di mana, mulai lahir para intelektual pribumi, yang lahir dari kalangan borjuis kecil, dan novel ini juga secara berani mengkontraskan kehidupan di Belanda dan Hindia Belanda."
Mas Marco Kartodikromo (Author), Anes Wibowo (Narrator)
Audiobook
[Indonesian] - Dua Belas Cerita Glen Anggara
"Glen Anggara, anak tunggal dari keluarga kaya raya yang memiliki kepintaran di bawah rata-rata. Glen menyukai kebebasan dan hanya ingin melakukan semua hal yang membuatnya bahagia. Sikap absurd dan menyebalkannya selalu membuat orang naik darah. Suatu hari, Glen bertemu dengan seorang gadis cantik berwajah pucat bernama Shena. Gadis itu tiba-tiba meminta Glen untuk menjadi pacarnya. Tentu saja Glen langsung menolak, Glen mengganggap bahwa Shena aneh dan gila. Namun, di pertemuan kedua mereka. Glen tidak sengaja menemukan secarik kertas milik Shena yang bertuliskan dua belas keinginan sebelum senja terbenam. Sebenarnya apa sajakah kedua belas keinginan tersebut? Apa yang dilakukan oleh Glen setelah membaca dua belas keinginan milik gadis yang dianggapnya aneh dan gila itu? Kisah komedi romantis yang dibumbui taburan air mata, siap menemani hari indah kalian. Jangan lupa selalu bahagia."
Luluk HF (Author), Anes Wibowo (Narrator)
Audiobook
[Indonesian] - Sabda Luka: Calabai, Sepasang Merpati Tanpa Dara
"Vito pergi meninggalkan ayahnya. Melangkah bersama air mata. Beranjak bersama bahagia bercampur luka. Pertemuan itu nyata, tetapi bahagia tetaplah fiksi. Vino lelah melawan rindu. Dia bisa mengerti bahwa Vito untuk ibu, Vino untuk ayah. Namun sulit untuk dia pahami bahwa rindu yang dibagi tak boleh bersisa luka. Si kembar Vito dan Vino harus terpisah karena perceraian orang tua. Dari jauh mereka didera rindu, jauh lebih deru dari angin dendam yang menari di Danau Sidenreng."
S. Gegge Mappangewa (Author), Anes Wibowo (Narrator)
Audiobook
"Sandra sangat terpukul ketika orangtuanya bercerai. Dan hatinya semakin sakit ketika ayahnya memutuskan ia harus tinggal bersama ibunya, yang selama ini tak pernah dekat dengannya. Kemarahan yang dipendam membuat Sandra menjadi remaja yang bandel. Berulang kali ia dikeluarkan dari sekolah karena kenakalannya di luar batas. Akhirnya ibunya memutuskan untuk pindah kota. Menurut pendapatnya, suasana dan lingkungan baru akan mengubah perilaku Sandra. Tetapi, Sandra sengaja berulah lagi supaya dikeluarkan dari sekolah. Namun ia salah perkiraan. Pak Donny, wali kelasnya, dengan sabar berhasil menghadapi Sandra. Lambat laun Sandra berubah. Orangtua maupun gurunya heran. Mereka yakin, Leon-lah yang membuat gadis itu berubah. Mereka juga bertanya-tanya kenapa Leon bisa bersahabat dengan Sandra, sementara murid-murid yang lain justru menjauhi gadis urakan itu. Apa yang membuat Leon tertarik pada Sandra, padahal keduanya bagaikan langit dan bumi?"
Charon (Author), Anes Wibowo (Narrator)
Audiobook
[Indonesian] - Emotional Intelligence
"Apakah IQ adalah takdir? Ternyata tidak sebagaimana yang lumrah kita pikirkan. Gardner memperlihatkan mengapa orang yang ber-IQ tinggi mengalami kegagalan dan orang yang ber-IQ sedang menjadi sangat sukses. Penyebabnya adalah 'kecerdasan emosional', yang mencakup kesadaran diri dan kendali dorongan hati, ketekunan, semangat dan motivasi diri, empati, serta kecakapan sosial. Kecerdasan emosional merupakan ciri orang-orang yang menonjol dalam kehidupan nyata: mereka yang memiliki hubungan dekat yang hangat dan menjadi bintang di tempat kerja. Ini juga ciri utama karakter dan disiplin diri, altruisme, serta belas kasih—kemampuan-kemampuan dasar yang dibutuhkan bila kita mengharapkan terciptanya masyarakat yang sejahtera. Sebagaimana ditunjukkan oleh Goleman, kerugian akibat rendahnya kecerdasan emosional dapat berkisar dari kesulitan perkawinan dan mendidik anak hingga ke buruknya kesehatan jasmani. Rendahnya kecerdasan emosional dapat menghambat pertimbangan intelektual dan menghancurkan karier. Barangkali kerugian terbesar diderita oleh anak-anak, yang mungkin bisa mengalami depresi, gangguan makan dan kehamilan yang tak diinginkan, agresivitas, serta kejahatan dengan kekerasan. Kabar gembiranya, kecerdasan emosional tidak ditentukan sejak lahir. Karena pelajaran-pelajaran emosional yang diperoleh seorang anak akan membentuk sirkuit otaknya, Goleman memberikan pedoman mendetail tentang bagaimana orangtua dan sekolah dapat memanfaatkan kesempatan emas masa kanak-kanak."
Daniel Goleman (Author), Anes Wibowo (Narrator)
Audiobook
[Indonesian] - Social Intelligence: Ilmu Baru Tentang Hubungan Antar-Manusia
"Adakah cara untuk mendidik anak-anak agar mereka bahagia? Bahagia dapat diraih salah satunya adalah dengan memiliki jiwa sosial. Goleman mengutarakan bahwa manusia sejatinya memiliki kencenderungan alami untuk menunjukkan rasa empati dan alturisme serta bekerja sama dengan syarat kita mengembangkan kecerdasan sosial untuk menumbuhkan kemampuan itu dalam diri sendiri. Sesungguhnya manusia yang merupakan makhluk sosial, memiliki sifat untuk terlibat dalam ikatan yang menghubungkan otak kita dengan otak orang-orang disekitar kita. Bagaimana kelompok-kelompok manusia yang terpisahkan prasangka dan rasa benci bisa hidup bersama dengan damai? Dalam buku ini semua akan dijelaskan oleh Goleman bahwa karisma, kekuatan emosi, kompleksitas daya tarik seksual, bagaimana kesan pertama ternyata memiliki tingkat keakuratan yang mencengangkan, dan bagaimana kita bisa menduga seseorang berbohong atau tidak, semua tergantug pada kecerdasan sosial yang telah kita asah."
Daniel Goleman (Author), Anes Wibowo (Narrator)
Audiobook
[Indonesian] - Negeri 5 Menara
"Alif lahir di pinggir Danau Maninjau dan tidak pernah menginjak tanah di luar ranah Minangkabau. Masa kecilnya adalah berburu durian runtuh di rimba Bukit Barisan, bermain bola di sawah berlumpur dan tentu mandi berkecipak di air biru Danau Maninjau. Tiba-tiba saja dia harus naik bus tiga hari tiga malam melintasi punggung Sumatera dan Jawa menuju sebuah desa di pelosok Jawa Timur. Ibunya ingin dia menjadi Buya Hamka walau Alif ingin menjadi Habibie. Dengan setengah hati dia mengikuti perintah Ibunya: belajar di pondok. Di kelas hari pertamanya di Pondok Madani (PM), Alif terkesima dengan 'mantera' sakti man jadda wajada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses. Dia terheran-heran mendengar komentator sepakbola berbahasa Arab, anak menggigau dalam bahasa Inggris, merinding mendengar ribuan orang melagukan Syair Abu Nawas dan terkesan melihat pondoknya setiap pagi seperti melayang di udara. Dipersatukan oleh hukuman jewer berantai, Alif berteman dekat dengan Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung dan Baso dari Gowa. Di bawah menara masjid yang menjulang, mereka berenam kerap menunggu maghrib sambil menatap awan lembayung yang berarak pulang ke ufuk. Di mata belia mereka, awan-awan itu menjelma menjadi negara dan benua impian masing-masing. Kemana impian jiwa muda ini membawa mereka? Mereka tidak tahu. Yang mereka tahu adalah: Jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apa pun. Tuhan sungguh Maha Mendengar. Bagaimana perjalanan mereka ke ujung dunia ini dimulai? Siapa horor nomor satu mereka? Apa pengalaman mendebarkan di tengah malam buta di sebelah sungai tempat jin buang anak? Bagaimana sampai ada yang kasak-kusuk menjadi mata-mata misterius? Siapa Princess of Madani yang mereka kejar-kejar? Kenapa mereka harus botak berkilat-kilat? Bagaimana sampai Icuk Sugiarto, Arnold Schwarzenegger, Ibnu Rusyd, bahkan Maradona sampai akhirnya ikut campur? Ikuti perjalanan hidup yang inspiratif ini langsung dari mata para pelakunya. Negeri Lima Menara adalah buku pertama dari sebuah trilogi."
Ahmad Fuadi (Author), Anes Wibowo (Narrator)
Audiobook
[Indonesian] - Balada Si Roy: Joe
"Roy mengayuh sepeda balapnya pelan-pelan. 'Ayo, Joe!' seru Roy. Anjing herder itu menyalak kegirangan. Bulunya yang cokelat kehitaman berkilat. Gerak-geriknya melindungi majikannya dari bahaya. Roy memang selalu jadi pusat perhatian. Ke sekolah dengan sepeda balap dan anjing herder? Itu absurd. Sebuah objek sensasi. Lain waktu telinganya mendengar suara-suara centil, manja, genit, dan menggemaskan. Dia memang keren. Tubuhnya jangkung atletis. Tampan tapi tidak kolokan. Berbeda dari cowok kebanyakan. Senyumnya memang memabukkan, bandel, dan khas berandal. Roy mengalami segala problematika khas cowok; cinta, persahabatan, dan permusuhan. Tapi itu belum seberapa. Ketika rasa kehilangan yang pekat menghantam Roy, dia menghadapi tantangan terberat. Hanya terpuruk meratapi nasib, melarikan diri pada hal-hal terlarang, atau bangkit dan menjadi lelaki sejati?"
Gol A Gong (Author), Anes Wibowo (Narrator)
Audiobook
©PTC International Ltd T/A LoveReading is registered in England. Company number: 10193437. VAT number: 270 4538 09. Registered address: 157 Shooters Hill, London, SE18 3HP.
Terms & Conditions | Privacy Policy | Disclaimer
Join our community for the latest bookish news, reading recommendations, exclusive opening extracts, author events and competitions. It\'s all free. And enter a monthly draw to win a £50 Gift Card. See past winners here
Join Our Community