"Sandra sangat terpukul ketika orangtuanya bercerai. Dan hatinya semakin sakit ketika ayahnya memutuskan ia harus tinggal bersama ibunya, yang selama ini tak pernah dekat dengannya. Kemarahan yang dipendam membuat Sandra menjadi remaja yang bandel.
Berulang kali ia dikeluarkan dari sekolah karena kenakalannya di luar batas. Akhirnya ibunya memutuskan untuk pindah kota. Menurut pendapatnya, suasana dan lingkungan baru akan mengubah perilaku Sandra. Tetapi, Sandra sengaja berulah lagi supaya dikeluarkan dari sekolah. Namun ia salah perkiraan. Pak Donny, wali kelasnya, dengan sabar berhasil menghadapi Sandra.
Lambat laun Sandra berubah. Orangtua maupun gurunya heran. Mereka yakin, Leon-lah yang membuat gadis itu berubah. Mereka juga bertanya-tanya kenapa Leon bisa bersahabat dengan Sandra, sementara murid-murid yang lain justru menjauhi gadis urakan itu.
Apa yang membuat Leon tertarik pada Sandra, padahal keduanya bagaikan langit dan bumi?"
"Marissa kesal sekali ketika harus ikut ayahnya ke Gedung Albatross. Itu artinya dia akan bertemu Michael, mantan pacarnya. Dan itu berarti, dia juga akan bertemu Selina, musuh bebuyutannya yang telah merebut Michael dari sisinya. Merasa frustrasi oleh situasi, tak sadar Marissa menangis di depan sebuah lukisan, dan bergumam seandainya saja ia bisa menghilang.
Dan ia betul-betul menghilang… terlempar ke masa 20 tahun yang lalu, saat ia belum lahir, saat orangtuanya pun masih belum berpacaran…
Bersama Wiliam, anak kecil yang ditemuinya di masa lalu, ia mengalami hal-hal yang lucu dan menyenangkan, hal-hal yang akan mengubah kehidupan Marissa dan Wiliam di masa depan…."
Join our community for the latest bookish news, reading recommendations, exclusive opening extracts, author events and competitions. It\'s all free. And enter a monthly draw to win a £50 Gift Card. See past winners here